Algoritma adalah

 


Dirangkum dari Geeks for Geeks, algoritma adalah urutan langkah logis yang disusun secara sistematis dan digunakan untuk memecahkan masalah.

Komputer tidak akan bisa menjalankan fungsi canggih seperti sekarang jika tidak ada program di dalamnya. Instruksi yang ada di dalam inilah yang disebut algoritma.

Bentuk algoritma juga bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, saat membeli handphone baru, dalam box ada cara setting handphone secara runtut dari awal sampai akhir.

Keruntutan proses ini mirip dengan program komputer.

Dalam komputer, algoritma biasanya berfungsi untuk melakukan penghitungan, penalaran otomatis, dan pengolahan data menggunakan software.

Fungsi Algoritma

Technotification menjelaskan manfaat dari algoritma, di antaranya:

Meningkatkan efisiensi program komputer

Dalam dunia pemrograman, ada berbagai cara untuk memecahkan masalah. Namun, metode itu memiliki efisiensi berbeda. Beberapa cara cocok untuk memberikan jawaban yang lebih akurat, begitu pun sebaliknya.

Algoritma digunakan untuk menemukan cara terbaik dalam memecahkan masalah. Algoritma yang akurat menghasilkan program komputer yang tepat. Selain itu, algoritma juga berfungsi untuk mengurangi waktu yang diperlukan program dalam menyelesaikan masalah.

Memanfaatkan sumber daya dengan tepat

Komputer memiliki berbagai sumber daya, salah satunya adalah memori komputer. Selama proses pemecahan masalah, program komputer akan menghabiskan banyak memori penyimpanan. Beberapa program menggunakan lebih banyak ruang memori daripada yang lain.

Algoritma yang tepat dapat meminimalkan penggunaan memori komputer. Algoritma juga bisa menentukan besarnya daya pemrosesan yang dibutuhkan oleh suatu program.

Ciri-ciri Algoritma




Dirangkum dari Geeks for Geeks, berikut ciri-ciri algoritma:

  • Clear dan unambiguous – setiap langkah yang ada di algoritma harus jelas dan tidak ambigu. Semua aspek harus mengarah ke satu makna saja.
  • Input – berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi dan perlu dicari solusinya. Algoritma memerlukan beberapa nilai input atau harus bernilai selain nol.
  • Output – mengacu pada solusi dari algoritma. Di akhir, algoritma harus dengan jelas mendefinisikan solusi dan menghasilkan setidaknya satu output.
  • Finiteness – algoritma harus memiliki jumlah instruksi yang terbatas (harus bisa dihitung) dan juga berakhir setelah waktu tertentu (waktunya terbatas).
  • Feasible – algoritma harus sederhana, umum, dan praktis agar bisa dijalankan dengan sumber daya yang tersedia.
  • Language independent – algoritma harus bebas bahasa. Artinya, instruksi bisa diimplementasikan dalam bahasa apa pun dan menghasilkan hasil yang sama.

Jenis-jenis algoritma

Ada banyak jenis algoritma. Berikut beberapa jenis algoritma dilansir dari Geeks for Geeks:

Search engine

Algoritma search engine adalah algoritma yang digunakan untuk mencari keyword tertentu pada data yang tidak berurutan. Algoritma ini mencari database yang relevan untuk halaman web dan output-nya ditampilkan kepada pengguna di halaman pencarian.

Greedy

Algoritma greedy berfungsi untuk memecahkan permasalahan tentang optimasi. Greedy membuat solusi langkah demi langkah. Di setiap langkahnya ada banyak pilihan yang perlu dievaluasi untuk membuat keputusan terbaik.

Nantinya, programmer akan membuat pilihan local optimum dengan harapan langkah sisanya mengarah ke solusi global optimum.

Prinsip dalam algoritma greedy adalah “take what you can get now”. Inilah alasan mengapa disebut sebagai algoritma greedy yang berarti serakah, tamak, atau rakus.

Dynamic programming

Konsep dari algoritma dynamic programming adalah menyimpan hasil yang sudah dihitung sebelumnya untuk menghindari perhitungan berulang. Algoritma ini memecahkan masalah dengan cara membaginya menjadi sub-masalah. Hasilnya kemudian disimpan untuk diterapkan di permasalahan yang akan datang.

Brute force

Algoritma brute force menggunakan pendekatan langsung ketika menemukan masalah. Dengan kata lain, algoritma ini berkaitan pendekatan pertama yang muncul di benak programmer saat melihat masalah.

Brute force mengulangi semua kemungkinan solusi yang sebelumnya sudah ada untuk menyelesaikan masalah itu.

Backtracking

Algoritma backtracking pada dasarnya digunakan untuk menemukan solusi dengan mencari di antara semua kemungkinan solusi. Jika solusi gagal, programmer akan kembali melacak titik kegagalan dan membangun solusi berikutnya. Proses ini terus berlangsung sampai menemukan solusi terbaik untuk diaplikasikan.

Sorting

Algoritma sorting menyusun sekelompok data dengan cara tertentu sesuai dengan kebutuhan. Algoritma ini membantu mengatur data dengan cara yang lebih efisien.

Umumnya, algoritma sorting digunakan untuk mengurutkan kelompok data dengan cara meningkat atau menurun.

Contoh Algoritma

Berikut contoh algoritma dirangkum dari Invisibly:

Pencarian di Google

Berdasarkan data dari Internet Live Stats tahun 2022, ada 8,5 miliar pencarian di Google setiap harinya. Tak heran saat ini Google menjadi mesin pencari teratas. 

Kesuksesan algoritma Google tidak lepas dari fitur PageRank. Ini adalah proses yang telah dipatenkan untuk menentukan urutan di setiap hasil pencarian.

Hingga saat ini, Google merahasiakan algoritma yang bisa membuat website berada di halaman pertama SERP. Namun, pada dasarnya sistem memberikan skor untuk setiap hasil pencarian. Skor ditentukan oleh berbagai hal, salah satunya jumlah hyperlink. Semakin banyak hyperlink yang dimiliki suatu halaman, semakin kredibel halaman tersebut dan kemungkinan menduduki ranking teratas semakin tinggi.

Spotify

Spotify telah menjadi bagian dari kebutuhan mendengarkan musik sehari-hari. Berdasarkan data dari Statista, per tahun 2022 Spotify memiliki 195 juta user premium.

Spotify menggunakan algoritma untuk merekomendasikan pilihan musik yang mungkin menarik minat dan membuat pengguna tetap bertahan di platform. Untuk menentukan apakah pengguna menyukai lagu tertentu, Spotify menetapkannya di 30 detik pertama. Jika pengguna melewati lagu kurang dari 30 detik menandakan pengguna tidak menyukai lagu. 

Algoritma berperan penting dalam menaikkan pendapatan dan mempertahankan user premium. Ini dikarenakan sekitar 90% pendapatan Spotify berasal dari user premium.

E-commerce

Saat ini, orang banyak mengandalkan platform belanja online untuk melakukan pembelian. Tren ini dimanfaatkan oleh e-commerce untuk terus menarik pelanggan.

E-commerce menggunakan algoritma untuk melacak minat customer. Tujuan penggunaan algoritma ini adalah agar dapat memprediksi preferensi, minat, serta meningkatkan pengetahuan tentang target pelanggan.

Penutup

Algoritma adalah sekumpulan instruksi yang harus diikuti oleh komputer untuk melakukan perhitungan atau operasi pemecahan masalah lainnya. Dalam algoritma, harus ada permasalahan (input) untuk menghasilkan solusi (output) yang diinginkan.

Algoritma memiliki karakteristik tertentu, meliputi unambiguous, input, output, finiteness, feasible, dan language independent.

FAQ (Frequently Asked Question)

Apa perbedaan algoritma dan program?

Algoritma adalah prosedur logis untuk memecahkan masalah tertentu. Sementara program mengacu pada serangkaian instruksi untuk diikuti oleh komputer. Suatu program bisa terdiri dari banyak algoritma atau bahkan tidak mengandung algoritma.

Secara garis besar, berikut beberapa perbedaan algoritma dan program berdasarkan Naukri Learning:

  • Algoritma memecahkan masalah, sementara program komputer mengimplementasikannya dalam bentuk yang dapat dijalankan komputer.
  • Algoritma ditulis dengan bahasa biasa dan dapat dipahami oleh mereka yang memiliki background non-programmer. Program ditulis dalam bahasa khusus, seperti Python, Javascript, dan C++.

Algoritma dapat diekspresikan dalam natural language, flowchart, pseudocode, dan berbagai bahasa pemrograman. Program ditulis dalam bahasa komputer.


Sumber : revou.co

Pro-digy.com Welcome to WhatsApp chat
Dengan Pro-digy.com, ada yang bisa kami bantu!
Type here...